Suatu ketika, dia bermaksud menghancurkan bangunan lagi. Ada banyak orang yang telah memperingatkan bahwasanya itu terlalu berbahaya untuk dilakukan, namun dia tidak peduli. Insting dan pengalamannya, menuntungnya untuk tetap maju.
Tiang demi tiang diruntuhkan olehnya. Tak ada rasa takut, pun rasa khawatir. Semua berjalan sesuai perkiraan. Lalu, ketetapan pun berlaku untuknya. Atap dari bangunan yang tiangnya telah diruntuhkan itu, rubuh dan menimpanya. Seketika barulah dia tersadar, tidak selamanya dia akan baik-baik saja. Dia MATI.
"Dia Binasa, Karena ketahuilah, tiang yang hancur itu adalah tiang agama"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar