Di dunia ini,
tidak semua yang kita inginkan bisa terwujud seketika itu juga. Ada kalanya
kita dibuat kecewa oleh keputusan dari sang penentu kebijakan. Tapi bukannya
lapang dada menerima itu, bahkan terlalu sering kita menggerutu dengan apa yang
terjadi.
Manusia memang
diciptakan memiliki sifat egoisme tingkat tinggi. Gembira saat harapan terwujud.
Dan menggerutu saat harapan cantas oleh kenyataan. Bahkan, terlalu sering kita
mendengar gerutuan dari segelintir orang karena hal-hal sepele. Kemudian, sengaja
dibuat besar dengan maksud cari perhatian.
Contohnya
ketika hujan sedang turun, terlalu banyak dari kita yang menggerutu karena
batal inilah, batal itulah. Egoiskah itu?. Seratus koma satu persen, IYA EGOIS
SEKALI!. Seharusnya kita sadar, pada saat kita menggerutu, mungkin disuatu
daerah ada sekumpulan manusia sedang bersuka cita oleh datangnya hujan yang
telah lama dinanti. Sawah terairi. Cadangan air tanah bertambah. Anak-anak
kecil bermain air.
Pun saat
matahari sedang terik-teriknya, terlalu banyak kita dengar gerutuan dari
manusia-manusia yang tidak terima keadaan tersebut. Gerahlah, kulit jadi
hitamlah, bedak lunturlah. Bukankah itu sangat sepele?. Sementara di daerah
lain, mungkin ada banyak orang yang mengharapkan keadaan tersebut. Cucian
menjadi kering. Padi bisa dijemur. Anak-anak kecil bisa bermain layangan.
Seperti saat
suasana pengambilan keputusan, suara terbanyaklah yang diikuti. Lalu siapa kita
sebenarnya, apa hak kita untuk mengugat keputusan itu, sementara untuk bersuara
pun baru kita lakukan saat itu terjadi, itu pun dengan gerutuan?. Pantaskah
kita melakukannya? Sementara, mereka mungkin telah lama menengadah, meminta dan
berharap. Dari sinilah Ke-Maha Adil-an Allah Subhana Wa Taala yang memberikan
rahmatnya bagi orang yang telah lama membutuhkan.
STOP
menggerutu!. STOP jadi manusia egois di dunia ini. STOP menjadi manusia yang seenaknya
meragukan ke-Maha Pengasih-an Allah Subhana Wa Taala.
Renungan yang bagus. Manusia memang dihadapkan pada tantangan terbesar: egoismenya sendiri.
BalasHapusEgoisme memang musuh terbesar manusia...
Hapus