Senin, 27 Januari 2014

Untuk Dia


Perkenalkan… Namaku,  Muh. Faisal Mus. Kau boleh memanggilku, Ical. Abang cakep juga boleh, tapi setelah menikah ya. Ha ha ha... Maksa ya kedengarannya?. Lupakan kalau begitu!.


Duhai Untukmu… Tsah... Saat catatan ini usai rampung, umurku telah menginjak kepala dua diangka delapan. Cukup tua bukan untuk menyadandang predikat sebagai lajang?. Oh astaga, ini namanya Lambu-lambuang atau bulumanukang dalam istilah Bugisnya.

   Pekerjaanku saat ini, sebagai pegawai kontrak disebuah perusahaan swasta dibidang telekomunikasi. Yup… pegawai kontrak yang sewaktu-waktu bisa terlindas oleh sistem itu sendiri. Soal gaji, Insya Allah mencukupi sepanjang kita berhemat. 


Saat ini, masih menumpang di rumah salah seorang saudara. Menyedihkan sekali bukan?. Bahkan, kata salah seorang temanku yang dari Jakarta “Gak modal baget sih lu jadi cowot”. Tapi tidak mengapa! Toh semua ini aku lakukan demi sebuah alasan ‘Save Uang Panaik’.


Beberapa hari belakangan ini juga, aku mulai terbiasa untuk tidak merokok. Padahal sebelumnya, aku termasuk perokok aktif kelas berat. Tiada hari tanpa asap. Aku pikir, sampai hidupku berakhir, asap akan terus mengepul dari bibirku. Tapi ternyata tidak, aku bisa melewatinya.


Lidah terasa kelu, tenggorokan terasa pahit, liur terasa sepat, sampai hari ini aku masih mengalaminya. Sulit memang, tapi aku masih berusaha menaklukkannnya. Mudah-mudahan aku bisa bertahan dalam kondisi seperti ini dalam jangka waktu yang cukup lama. Ataukah selama-lamanya.


Dahulu alasanku bertahan sebagai penghisap rokok, demi membunuh rasa sepiku saat malam  bertandang di langit kotaku. Itu karena ketiadaanmu. Malam adalah waktuku untuk merindukanmu.


Namun sekarang, alasanku berhenti merokok -alasan ketiga dari sekian banyak alasan-, karena aku ingin mencintaimu dengan qalbu yang bersih tidak ternoda oleh zat berbahaya apapun. Yeah…

                                                                       #Bersambung#

Tidak ada komentar:

Posting Komentar