Sabtu, 08 Februari 2014

Surat Untuk Ayah (Mertua)



Ayah… laki-laki yang mencintai anakmu, yang mengharapkan anakmu menjadi istrinya, bukanlah seorang pegawai yang bergaji tinggi. Bukan juga anak dari seorang kolongmerat yang hartanya tidak akan habis 9 turunan. Apalagi anak dari seorang koruptor –Ih ngeri sekali perkerjaan ini.
Ayah... laki-laki ini hanya seorang pegawai biasa dengan gaji biasa-biasa saja. Tidak banyak memang, namun cukup untuk menghidupi anak gadismu yang engkau sangat kasihi. Bahkan cukup, untuk menghidupi keluarga kecil kami nantinya jika saja kami pandai mencukup-cukupkannya.
Ayah… Laki-laki ini mahfum, apabila engkau bimbang menentukan keputusan atas permintaanku. Memang saat ini, ada banyak faktor yang meragukan dalam hidupku. Tapi percayalah, laki-laki ini juga bukan seorang bajingan yang akan merobek kepercayaanmu, menelantarkan anakmu, lalai dari tanggung jawabnya.
Ayah… tahukah engkau kenapa Nabi Adam AS masih membutuhkan kehadiran seorang Hawa, sementara beliau hidup di tempat yang penuh kesenangan abadi. Karena beliau pun merasakan hal yang sama denganku. Kesepian.
Ayah… laki-laki ini sangat mencintai anak gadismu. Besar harapannya melihat keturunannya lahir dan besar di dalam dekapan putrimu. Izinkanlah ayah, laki-laki ini mempersunting anak gadismu yang sangat dicintainya!.